PENGGUNAAN PATUNG BERTENTANGAN DENGAN Kel 20:4-5 ATAU Ul 4:15?

Menurut rabbi Yahudi, Gunter Plaut, dalam Kel 20:4-5 Allah melarang orang membuat patung yang menyerupai apapun dengan tujuan untuk menyembahnya. Jadi larangan membuat patung (ayat 4) harus dibaca dalam kesatuan dengan larangan untuk menyembahnya (ayat 5). Dan tentang Ul 4:15 rabbi Plaut menjelaskan bahwa latar belakang larangan ini adalah kebiasaan bangsa-bangsa kafir yang membuat patung-patung menjadi dewa-dewi mereka (dewa-dewinya ya patung-patung itu).

Pendapat Plaut itu tepat, sebab kalau yang dilarang adalah segala bentuk seni atau patung tuangan, mengapa dalam Kel 25:18-20 Tuhan sendiri memerintahkan pembuatan dua kerub dari emas untuk ditempatkan di atas penutup tabut perjanjian?

Dalam Ul 4:15, jelas bahwa yang dilarang adalah pembuatan patung Yahweh dengan maksud untuk disembah. Dengan demikian Gereja Katolik tidak bertentangan dengan itu, sebab memang tidak ada patung Yahweh (=Allah Bapa). Sedangkan patung-patung Yesus, Maria dan para kudus tidak pernah kita sembah sebagai Yesus atau Maria atau orang kudus itu sendiri, bukan?