SEKSI PENGEMBANGAN SOSIAL EKONOMI

PAROKI SANTO YOHANES PENGINJIL

TEMPAT DAN WAKTU PELAYANAN

 

Sekretariat SPSE S t. Yohanes Penginjil

Jl. Melawai Raya 196, Blok B, Kebayoran Baru Jakarta 12130

Telp. 021 7235320

Senin - Jumat, pk. 09.00 - 13.00

 

JENIS-JENIS PELAYANAN

 

1 . BANTUAN PENDIDIKAN

 

Sasaran :

Anak-anak dari umat Katolik golongan ekonomi lemah yang tinggal di wilayah paroki, yaitu: siswa/i tingkat SLB, TK, SD, SLTP, SLTA.

 

Bantuan yang diberikan :

  • Uang Sekolah
  • Uang Buku
  • Uang Seragam
  • Uang Pangkal

 

Tata cara permohonan:

Mengajukan Permohonan secara tertulis ke SPSE dengan mengisi Formulir Permohonan yang disediakan oleh SPSE. Permohonan dilampiri dengan:

  • Keterangan dari Ketua Lingkungan (bagi pemohon baru).
  • Kartu Keluarga Paroki /Surat Keterangan Warga non KK (foto copy).
  • Raport semester genap (foto copy).
  • Surat Permandian (foto copy).
  • Kartu SPP & Uang Kegiatan tahun ajaran baru.

Jumlah bantuan yang diberikan : ditentukan oleh SPSE.

 

– Tata cara penyerahan : bantuan biaya pendidikan dibayarkan oleh SPSE langsung kepada orang tua anak yang bersangkutan setiap bulan, tidak dibayarkan sekaligus satu tahun atau beberapa bulan sekaligus.

 

Penundaan / pembatalan bantuan biaya :

  • Bantuan pendidikan uang sekolah akan dibatalkan, bilamana orang tua tidak mengambil bantuan biaya pendidikan selama 3 (tiga) bulan berturut-turut tanpa keterangan.
  • Bantuan biaya pendidikan akan ditunda selama 1 (satu) tahun pelajaran bilamana anak yang bersangkutan tidak naik kelas.
  • Bantuan biaya pendidikan akan dilanjutkan pada tahun ajaran baru berikutnya, bilamana anak yang bersangkutan naik kelas dan mengajukan permohonan baru.

 

– Tempat, Hari dan Waktu Pengambilan Bantuan : akan diumumkan lewat “Lonceng Kebayoran”.

 

 

2 . BANTUAN DI BIDANG KARITATIF

A. Bidang Karitatif Rutin

 

Sasaran :

Warga Katolik tidak mampu di lingkungan paroki, yang lanjut usia dengan umur lebih dari 60 tahun.

Tata cara permohonan :

Pengurus lingkungan mengajukan surat permohonan bantuan rutin kepada SPSE dengan memberikan pertimbangan yang diperlukan dan Pengurus SPSE akan melakukan peninjauan terlebih dahulu.

Tata cara penyerahan:

  • Bantuan karitatif rutin diberikan setiap bulan yang jumlahnya akan dipertimbangkan oleh pengurus SPSE Paroki.
  • Bantuan karitatif rutin menjadi tanggung jawab sepenuhnya SPSE Paroki.

– Jangka waktu bantuan karitatif rutin :

  • Maksimum 2 (dua) tahun dan bila diperlukan dapat diperpanjang dengan keterangan dari Ketua Lingkungan.
  • Bantuan karikatif akan dibatalkan bilamana tidak diambil selama 3 (tiga) bulan berturut-turut tanpa keterangan.

 

B. Bantuan Karitatif Non Rutin

 

Sasaran : w arga Katolik dan Non Katolik tidak mampu di lingkungan Paroki, tidak mempunyai pekerjaan tetap, tuna wisma, pemulung dll.

 

Kebijakan :

  • Jumlah bantuan karitatif non rutin hanya diberikan sekali kepada orang yang sama sesuai kemampuan dana SPSE dan urgensi kebutuhan pemohon.
  • Bantuan karitatif non rutin menjadi tanggung jawab sepenuhnya SPSE.

– Tata cara pengajuan permohonan

  • Bagi umat Paroki diperlukan Surat Pengantar dari Ketua Lingkungan.
  • Bagi warga non katolik di lingkungan Paroki, warga yang bersangkutan dapat mengajukan langsung kepada Pengurus SPSE.

 

C. Penempatan di Rumah Panti Jompo

Sasaran :

  • Warga Katolik tidak mampu di lingkungan Paroki.
  • Lanjut usia dengan umur lebih dari 60 tahun.
  • Jompo tapi masih sehat.
  • Tidak mempunyai keluarga.

 

– Tata cara permohonan :

Permohonan tertulis diajukan ke SPSE oleh Ketua lingkungan dan dengan persetujuan yang bersangkutan dengan alasan-alasannya diperlukan.

 

– Kebijakan dan tata cara :

  • Biaya bantuan untuk penempatan warga di rumah Panti Jompo akan ditanggung bersama oleh Pengurus Lingkungan (partisipasi warga lingkungan yang bersangkutan) dan SPSE.
  • Besarnya biaya menjadi tanggung jawab bersama oleh Pengurus Lingkungan (warga lingkungan) dan Pengurus SPSE masing-masing 50%.

– Lamanya bantuan :

  • 12 (dua belas ) bulan.
  • Bilamana perlu untuk perpanjangan bantuan penempatan warga di panti jompo setelah berakhir 12 bulan diperlukan surat Permohonan baru Ketua lingkungan.

 

D. Bantuan Bencana Alam

 

Sasaran : warga Katolik (diutamakan) dan non Katolik yang tidak mampu yang mengalami musibah, karena banjir, kebakaran, penggusuran dan bencana alam lainnya.

Kebijakan :

  • Pengurus lingkungan menggerakkan warga lingkungan untuk membantu warga khususnya yang mengalami musibah banjir, kebakaran atau musibah lainnya di lingkungan masing-masing.
  • Bilamana partisipasi dari lingkungan dan partisipasi warga tidak cukup, dapat minta bantuan pada SPSE.

 

Tata cara permohonan :

  • Pengurus lingkungan mengajukan secara tertulis kepada SPSE untuk mendapatkan bantuan, baik berupa natura maupun dana.
  • SPSE akan menyalurkan bantuan tersebut melalui Ketua Lingkungan/SPSEL untuk diteruskan kepada warga yang memerlukan
  • Ketua Lingkungan/SPSEL akan memberikan laporan mengenai bantuan tersebut kepada SPSE.

–

Tata cara penyerahan:

Dalam musibah banjir, kebakaran atau bencana lain, diadakan tim atau posko penanggulangan korban bencana. Bila perlu bantuan diatur oleh tim di bawah koordinasi SPSE.

 

Bantuan untuk warga di luar paroki :

Bilamana musibah terjadi diluar wilayah Paroki, SPSE dapat memberikan bantuan langsung kepada warga yang mengalami musibah.

 

3. BANTUAN UNTUK KEMATIAN

–Sasaran :

  • Warga Katolik di wilayah paroki yang mengalami kematian.
  • Warga non Katolik tidak mampu di wilayah paroki terbatas pada: suami atau istri, anak dari warga (kepala keluarga) Katolik yang mengalami musibah kematian, akan ditentukan per kasus.

Bentuk Bantuan :

Dana sebesar :

  • Warga Katolik genap 17 th ke atas: Rp. 3.000.000
  • Warga Katolik di bawah 17 th: Rp. 1.500.000
  • Suami/istri (non katolik) dari warga Katolik: Rp. 1.500.000

Kebijakan :

  • Bila di alamat yang sama tinggal putra-putri/keluarga saudara yang mandiri maka yang bersangkutan harus memiliki KK sendiri.
  • Tiap tahun tiap lingkungan wajib menyerahkan iuran kematian sebesar Rp. 1.500.000 ke SPSE.

 

Tata cara permohonan :

  • Permohonan secara tertulis dari Ketua Lingkungan dan dilampiri fotocopy:
    • Kartu Keluarga paroki /Surat Keterangan Warga non KK
    • Kartu Keluarga dari Kelurahan
    • Surat Keterangan Kematian dari Lurah/Pemda
    • Surat Keterangan dari Ketua Lingkungan (wajib)
    • Kartu Tanda Penduduk /KTP yang meninggal
  • Surat Permohonan dari Ketua Lingkungan/SPSEL dapat diserahkan segera ke Pengurus SPSE atau selambat-lambatnya 30 hari setelah kematian.
  • Apabila surat-surat tidak diserahkan dalam waktu yang ditetapkan ke Pengurus SPSE, maka uang santunan tidak dapat diambil.
  • Santunan kematian akan diserahkan paling cepat 15 (lima belas) hari sejak data lengkap diterima SPSE.

 

Pengurusan pemakaman :

Pengurusan pemakaman diurus sendiri oleh keluarga yang meninggal dan warga lingkungan setempat.

 

Beberapa alamat untuk pengurusan pemakaman :

  • Yayasan Kematian St. Yusuf

Jl Jati Petamburan Jakarta Pusat

Telp. 021 548 0490

  • Yayasan Rumah Duka Darmais

Jl. Letjen S Parman Kav 84-86 Jakarta Barat

Telp. 021 564 778 (hunting)

  • Yayasan Penguburan Elim

Jl. Aipha KS Tubun II / 39 Jakarta Barat

Telp. 021 548 4088, 021 548 0480, 021 536 1108

  • Yayasan Harapan Kasih

Jl. Mangga Besar VII / 29 Jakarta

Telp. 021 6248 2442-43

  • RS Sint Carolus Bagian Kematian

Telp. 021 390 4441

 

4 . BANTUAN KEPADA PARA PENCARI KERJA

Bentuk: menerima informasi dari perusahaan atau perorangan tentang lowongan dan membantu mencarikan pekerjaan untuk tenaga kerja yang sedang menganggur.

 

– Sasaran : warga paroki dan warga masyarakat lain yang membutuhkan pekerjaan.

 

– Tata cara :

  • Mendaftarkan diri di SPSE untuk mendapatkan Nomor Pendaftaran.
  • Pengurus SPSE akan menginformasikan lowongan-lowongan yang tersedia yang sesuai dengan pendidikan dan ketrampilan kepada tenaga kerja yang melamar. Bila ada yang cocok dan sesuai dengan yang diinginkan, maka SPSE Paroki membantu menghubungkan pencari kerja dengan yang memberi pekerjaan dengan cara memberi Surat Keterangan / Pengantar.
  • SPSE tidak memungut biaya apapun untuk pelayanannya baik dari tenaga kerja maupun yang memberi lowongan.
  • Baik pencari kerja maupun pemberi pekerjaan sangat diharapkan menginformasikan hasil pertemuan (pencari kerja dengan pemberi kerja).

 

Tempat, hari dan w aktu p elayanan :

Sekretariat SPSE

Senin, Rabu dan Jumat, pk. 10.00 - 14.00.

 

5. DONOR DARAH

Diadakan 4 kali dalam 1 (satu) tahun.

Jadwal diumumkan melalui “Lonceng Kebayoran”.

 

6 . BANTUAN PELAYANAN REFLEKSI

Sasaran : diutamakan warga paroki dari golongan ekonomi lemah.

Tata cara : warga cukup mendaftar sebagai pasien di tempat pengobatan.

 

– Penerapan Tarif :

  • Refleksi + Akupresur:

Senin - Jumat Pk. 17.00 - 20.00

Sabtu Pk. 12.00 - 17.00

Minggu Pk. 09.00 - 12.00

Biaya Rp. 15.000

  • Akupuntur Umum:

Senin - Jumat Pk. 10.00 - 14.00

Biaya Rp. 40.000

  • Akupuntur Kecantikan:

Senin - Jumat Pk. 10.00 - 14.00

Biaya Rp. 75.000

– Kursus Refleksi : diadakan setahun sekali dengan sasaran warga kurang mampu untuk memperbaiki ekonomi keluarga.

 

7. BANTUAN TAMBAHAN MODAL USAHA /KREDIT MIKRO

 

– Sasaran : warga Katolik yang tinggal di Wilayah Paroki St Yohanes Penginjil yang telah mempunyai usaha kecil.

 

– Pelayanan diberikan kepada warga yang:

  • Telah memiliki usaha sangat kecil / mikro yang sedang berjalan.
  • Berniat mengembangkan usahanya, tetapi menghadapi hambatan / kekurangan modal.
  • Telah mengikuti kegiatan-kegiatan dan aktif di lingkungan.
  • Bersedia mentaati aturan keuangan mikro yang berlaku di SPSE.
  • Bersedia melakukan pembayaran angsuran tepat waktu.
  • Dapat menambah modal usahanya dengan pinjaman dari SPSE maksimal sebesar Rp.1.000.000 (satu juta rupiah) dengan pembayaran 10 (sepuluh) kali angsuran.

– Tata cara permohonan:

  • Warga dapat datang ke Sekretariat SPSE setiap Selasa, pk. 10.00 - 13.00.
  • Mengisi formulir permohonan menjadi Anggota Kelompok Usaha Mikro dan melampirkan:
    • KTP (fotokopi).
    • Kartu Keluarga paroki/Surat Keterangan Warga non KK (fotokopi).
    • Surat dari Ketua Lingkungan.