ADVEN

524 Dalam perayaan liturgi Adven, Gereja menghidupkan lagi penantian akan Mesias; dengan demikian umat beriman mengambil bagian dalam persiapan yang lama menjelang kedatangan pertama Penebus dan membaharui di dalamnya kerinduan akan kedatangan-Nya yang kedua ( bdk. Why 22:17). Dengan merayakan kelahiran dan mati syahid sang perintis, Gereja menyatukan diri dengan kerinduannya: "Ia harus makin besar dan aku harus makin kecil" (Yoh 3:30).

Read more: Adven

SAKRAMEN PENGUATAN

Sakramen Baptis, Penguatan/Krisma dan Ekaristi disebut sakramen inisiasi, yaitu: sakramen-sakramen yang memasukkan si penerima ke dalam iman.

 

Apakah Sakramen Penguatan itu?

Penguatan adalah sakramen yang melengkapi Baptis. Di dalamnya, karunia Roh Kudus dilimpahkan atas kita. Setiap orang yang dengan bebas memutuskan untuk menjalani hidup sebagai anak Allah dan memohon Roh Allah turun dengan tanda penumpangan tangan dan diurapi minyak Penguatan menerima kekuatan untuk menjadi saksi kasih Allah dalam kata dan perbuatan. Dia sekarang bertanggung jawab dan menjadi anggota penuh Gereja Katolik.
Ketika seorang pelatih memasukkan seorang pemain bola ke lapangan pertandingan, ia menaruh tangannya di pundak pemain dan memberi perintah terakhir. Kita dapat memahami sakramen Penguatan dengan cara yang sama. Uskup atau imam wakilnya menaruh tangannya atas kita. Kita melangkah ke dalam lapangan kehidupan. Melalui Roh Kudus kita mengetahui apa yang harus kita lakukan dan kita telah diberi kekuatan untuk melakukannya. Roh Kudus menyemangati kita. PerutusanNya diperdengarkan di telinga kita. Kita merasakan pertolonganNya. Kita tidak akan mengkhianati kepercayaanNya dan tidak mau pula mengecewakanNya. Kita akan memenangkan pertandingan untukNya. Kita hanya ingin melakukan perutusan dariNya dan mendengarkan Dia.

Read more: Sakramen Penguatan

KEBANGKITAN KRISTUS

Apakah Yesus benar-benar wafat? Mungkin Ia bangkit lagi karena hanya tampaknya saja wafat.

Yesus benar-benar mati di kayu salib; TubuhNya dikuburkan. Semua sumber bersaksi tentang ini.
“Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.” (Yoh 19:32-34)

 

Dapatkah kita menjadi Kristen tanpa percaya pada kebangkitan Kristus?

Tidak.Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.” (1Kor 15:14)

Read more: Kebangkitan Kristus

HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN (EPIFANI)

( Direktorium tentang Kesalehan Umat dan Liturgi, no. 118 )

Banyak tradisi dan ungkapan asli kesalehan umat berkembang di seputar hari raya Penampakan Tuhan ini. Asal usulnya sudah sangat tua dan sarat dengan muatan rohani yang indah. Misalnya:

  1. Pemakluman meriah Hari Raya Paskah dan pesta-pesta utama yang jatuh pada Hari Minggu. Hal ini menunjukkan kaitan erat antara Epifani dan Paskah, serta mengarahkan semua pesta kepada hari raya terbesar umat Kristiani (Paskah) itu.
  2. Saling menyampaikan “bingkisan Epifani”. Hal ini meniru para majus yang memberikan bingkisan kepada Kanak-kanak Yesus (bacaan Injil hari ini).
  3. Pemberkatan rumah.Jenang-jenang pintu rumah ditandai dengan tanda salib, angka tahun yang baru danhuruf pertama nama tiga orang majus (C+M+B). Inisial nama tiga orang majus itu juga dapat ditafsirkan sebagai Christus Mansionem Benedicat (Semoga Kristus memberkati rumah ini).
  4. Ungkapan solidaritas kepada para pendatang yang berasal dari tempat yang jauh. Misalnya: pengungsi, tenaga kerja dari luar wilayah/negara asing.
  5. Bantuan untuk karya evangelisasi. Ungkapan dukungan terhadap karya misi.
  6. Penyerahan kepada Santo Pelindung. Komunitas religius atau perkumpulan awam bisa menetapkan pelindung bagi para anggota yang akan bergabung di tahun yang mulai berjalan ini.

PESTA KELUARGA KUDUS

(Direktorium tentang Kesalehan Umat dan Liturgi, no. 112)

Pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yusuf (Minggu dalam oktaf Natal) merupakan kesempatan yang sangat cocok untuk merayakan upacara dan doa-doa yang khas untuk keluarga Kristiani. Peringatan Yusuf, Maria dan kanak-kanak Yesus yang pergi ke Yerusalem, bersama keluarga-keluarga saleh Yahudi lainnya, untuk merayakan Paskah (bdk. Luk 2:41-42), hendaknya mendorong pengamalan saran pastoral yang baik, yakni semua anggota keluarga menghadiri misa hari ini. Pesta ini juga memberikan kesempatan untuk membarui penyerahan kita kepada perlindungan Keluarga Kudus Nazaret; pemberkatan anak-anak sebagaimana disajikan dalam rituale; dan kalau dianggap cocok, pembaruan janji perkawinan, juga pemberkatan pertunangan di saat kedua calon yang mau menikah secara formal mengungkapkan keinginannya untuk membangun satu keluarga Kristiani baru.

Read more: Pesta Keluarga Kudus