BERDOA ROSARIO, NOVENA DAN LITANI

DILARANG OLEH YESUS ?

Umat Katolik sangat akrab dengan doa rosario, novena dan litani. Namun doa-doa ini juga sering diserang. Inilah satu kutipan dari sebuah buku yang mengkritik doa-doa itu:

Jangan mengulang-ulang doa, itulah pengajaran Yesus dalam Mat 6:7. Dikatakan: ‘Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah’. Terjemahan dalam bahasa Indonesia itu tidak tepat, sebab dalam bahasa Inggris bunyinya adalah: “Do not pray in repetition…”. Jadi yang dimaksud Yesus adalah agar kita tidak mengulang-ulang kalimat-kalimat dalam doa kita!

Maka, saya menghimbau saudara-saudara saya dari umat Katolik untuk mematuhi ajaran Yesus ini. Tinggalkanlah cara Anda berdoa yang mengulang-ulang itu! Doa novena, doa rosario, doa litani dan lainnya. Anda ditempelak oleh Yesus Kristus dengan ‘kafir’, kalau terus berdoa demikian! Dan doa-doa saudara belum tentu dikabulkan oleh Tuhan!”

Bagaimana menjawab kritikan itu?

Read more: Berdoa Rosario, Novena, dan Litani Dilarang Oleh Yesus

PENGGUNAAN PATUNG BERTENTANGAN DENGAN Kel 20:4-5 ATAU Ul 4:15?

Menurut rabbi Yahudi, Gunter Plaut, dalam Kel 20:4-5 Allah melarang orang membuat patung yang menyerupai apapun dengan tujuan untuk menyembahnya. Jadi larangan membuat patung (ayat 4) harus dibaca dalam kesatuan dengan larangan untuk menyembahnya (ayat 5). Dan tentang Ul 4:15 rabbi Plaut menjelaskan bahwa latar belakang larangan ini adalah kebiasaan bangsa-bangsa kafir yang membuat patung-patung menjadi dewa-dewi mereka (dewa-dewinya ya patung-patung itu).

Pendapat Plaut itu tepat, sebab kalau yang dilarang adalah segala bentuk seni atau patung tuangan, mengapa dalam Kel 25:18-20 Tuhan sendiri memerintahkan pembuatan dua kerub dari emas untuk ditempatkan di atas penutup tabut perjanjian?

Read more: Penggunaan Patung Bertentangan Dengan Kel 20:4-5 Atau Ul 4:15?

MENGAPA GEREJA KATOLIK MENGIZINKAN PENGGUNAAN PATUNG?

Manusia itu makhluk yang membutuhkan lambang atau simbol. Salah satu contoh adalah foto. Banyak orang memasang foto orang yang dicintainya. Orang memperlakukan foto dengan baik. Semua tahu bahwa foto itu bukanlah orang yang dikasihinya. Itu cuma gambar yang fungsinya untuk mempermudah ingatan pada orang yang dikasihinya itu. Kalau orang memakai akal budi saja, ia bisa mengatakan, “Ah, apa gunanya foto! Itu khan bukan orangnya sendiri.” Tetapi manusia tidak hanya punya akal budi belaka, tetapi juga punya perasaan dan hati.

Read more: Mengapa Gereja Katolik Mengizinkan Penggunaan Patung?

PAHAM API PENYUCIAN

Paham bahwa sesudah mati dosa-dosa seseorang masih mungkin untuk diampuni tidak hanya berdasarkan 2Mak 12 saja, tetapi juga pada Mat 12:32 sbb:

“Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak.”

Kesimpulan yang bisa kita tarik dari ayat ini ialah: kalau ada dosa tertentu yang tidak dapat diampuni baik di dunia ini maupun di dunia yang akan datang, maka ada pula dosa-dosa lain yang bisa diampuni baik di dunia ini maupun di dunia yang akan datang.

Masalahnya sekarang: di mana dan bagaimana dosa-dosa itu diampuni? Kalau orang masuk surga, itu berarti dia tentu sudah tidak lagi mempunyai dosa yang membutuhkan pengampunan. Sebaliknya kalau orang masuk neraka, ia tidak lagi mempunyai kemungkinan untuk masuk surga (bdk. Luk 16:19-31). Maka, keadaan orang yang sudah masuk surga atau yang sudah masuk neraka itu adalah keadaan yang sudah tidak bisa diubah lagi (definitif).

Read more: Paham Api Penyucian

MENDOAKAN ORANG MATI TIDAK ADA DASARNYA DALAM KITAB SUCI?

Umat Katolik tiap tanggal 2 November mendoakan arwah semua orang beriman. Di luar tanggal tersebut umat juga sering mendoakan secara personal anggota keluarganya yang sudah meninggal, entah melalui ujud dalam ekaristi maupun dengan ibadat khusus untuk maksud itu. Bahkan dalam tiap ekaristi, dalam Doa Syukur Agung, selalu didoakan arwah-arwah orang beriman secara umum.

Namun praktek yang sudah sangat akrab bagi kita ini sering sekali dipertanyakan oleh umat Gereja-gereja Kristen. Apakah praktek itu punya dasarnya dalam Alkitab?

Jawaban:

Praktek mendoakan arwah dilandasi oleh 2 perikop, yaitu:

Read more: Mendoakan Orang Mati Tidak Ada Dasarnya Dalam Kita Suci?